Sumber Foto: Merdeka.com
Analisis Beban Kerja ialah prosedur untuk memastikan jumlah jam kerja tiap individu yang diperlukan untuk menjalani suatu pekerjaan dalam jangak periode yang spesifik.
Jenis-Jenis Beban Kerja
Adapun dua jenis beban kerja yaitu beban kerja fisik dan beban kerja mental. Beban kerja yang ditimbulkan dari aktivitas mental antara lain disebabkan oleh:
Keharusan tetap dalam kewaspadaan tinggi dalam waktu yang lama.
Kebutuhan untuk mengambil keputusan yang melibatkan tanggung jawab besar.
Menurunnya konsentrasi akibat aktivitas yang monoton.
Kurangnya kontak dengan orang lain, terutama tempat kerja yang terisolasi (lepas pantai, perkebunan).
Metode Analisis Beban Kerja
Berikut ini terdapat 3 metode dalam analisis beban kerja, yakni sebagai berikut:
Metode Organisasi
Menjalani metode organisasi sebagai informasi, maka akan diperolehkan informasi seperti sama jabatan, susunan organisasi, tugas utama, fungsi dan kewajiban, keadaan kerja, kriteria tiap pekerjaan, prosedur pekerjaan, interaksi kerja serta kualifikasinya seperti, fisik, psikologis, pendidikan, kecekatan, keahlian dan profesionalisme.
Metode Analisis Jabatan
Kedudukan yang diartikan merupakan tidak seadanya pada kedudukan sistemis dan fungsional, tetapi dihadapkan pada kedudukan non sistemis yang berbentuk biasa dan teknis. Dengan melaksanakan metode tersebut, maka akan diperoleh beragam macam informasi kedudukan, misalnya personalitas kedudukan, hasil kerja, beban kerja dan hamparan tugas. Selanjutnya, informasi dari hasil kerja dan hamparan tugas digunakan menjadi bahan riset beban kerja.
Metode Administratif
Menjalani metode administratif maka akan didapatkan beragam macam informasi yang meliputi beragam macam peraturan dalam organisasi ataupun yang berhubungan baik dengan metode administrasi kepegawaian.
Sistem Perhitungan Beban Kerja
Analisis beban kerja dilaksanakan dengan cara menyamakan beban kerja dengan asas waktu dan kapasitas kerja. Tujuan beban kerja dijelaskan menurut strategi kerja ataupun tujuan yang harus diperoleh oleh tiap kedudukan. Berikut ini terdapat 2 sistem perhitungan dari beban kerja, yakni sebagai berikut:
1. Pengukuran Kerja untuk Beban Kerja Visioner
Berikut ini terdapat beberapa pengukuran kerja untuk beban kerja visioner, antara lain:
Hamparan atau penjelasan tugas kedudukan
Saluran setiap tugas dalam dasar tugas
Jumlah periode yang diperlukan setiap tugas
Periode penuntasan tugas sebagai multiplikasi beban kerja dengan asa waktu
Periode kerja yang efisien
2. Pengukuran Kerja untuk Beban Kerja Visibel
Berikut ini terdapat beberapa pengukuran kerja untuk beban kerja visibel, antara lain:
Penjelasan tugas kedudukan
Dasar hasil kerja
Jumlah periode yang diperlukan setiap tugas
Tujuan periode kerja dalam dasar waktu
Kapasitas kerja ialah multiplikasi beban kerja dengan asas waktu
Periode kerja yang efisien
Tujuan Analisis Beban Kerja
Tujuan analisis beban kerja ialah untuk memilih jumlah karyawan yang diperlukan untuk menanggulangi suatu pekerjaan dan memilih jumlah karyawan dalam beban kerja yang bisa diluapkan kepada seorang karyawan.
Peran Analisis Beban Kerja Berikut ini adalah beberapa peran analisis beban kerja yaitu:
Dalam Perekrutan dan Seleksi Karyawan
Dalam Perancangan Karir
Dalam Pengembangan Karyawan
Dalam Perancangan Indikator Kinerja Utama
Dalam Perancangan Sistem Kompensasi dan Benefit Karyawan
Dalam Penentuan Kestabilan Keuangan Perusahaan terkait dengan beban gaji.
Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan kemampuan untuk menentukan hasil kerja utama karyawan/unit kerja, perhitungan waktu efektif, perhitungan waktu kerja normal, perhitungan beban kerja sesuai dengan jabatan yang dipegang, dan pengalokasian tenaga kerja yang optimum sehingga tepat daya dan tepat guna sesuai dengan tujuan perusahaan.
Manfaat Analisis Beban Kerja
Berikut ini adalah beberapa manfaat analisis beban kerja yaitu:
Memahami Peran Analisis Beban Kerja pada departemen/divisi kerja suatu perusahaan.
Memahami perhitungan jam efektif dan perhitungan waktu standar dalam sistem manajemen kualitas agar tercapai kondisi yang optimum.
Menentukan jumlah karyawan yang dibutuhkan dengan optimum agar terhindar dari 12 Jenis Pemborosan dalam Sistem Manajemen Kualitas.
Menghitung kebutuhan kalori pekerja dalam melakukan aktifitas pekerjaan dalam sistem kesehatan dan keselamatan kerja pekerja agar terhindar dari penyakit terkait kerja atau penyakit akibat kerja yang harus dilaporkan kepada disnaker setempat.
Tipe-Tipe Analisis Beban Kerja
Berikut ini adalah beberapa tipe-tipe analisis beban kerja yaitu:
1. Analisis Numerik
Menghitung jumlah output (produk/jasa) yang dihasilkan pada waktu tertentu (cycle time). Banyak perusahaan menggunakan tipe analisis beban kerja seperti ini untuk jenis pekerja operator produksi di shop floor dengan sangat spesifik (jumlah langkah dan menit yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu proses pekerjaan) dengan perhitungan time motion study.
2. Analisis Proses
Dalam analisis proses dengan menentukan langkah-langkah apa saja dalam pengerjaan suatu tugas untuk menghasilkan output terukur. Identifikasi hal- hal dibawah ini:
Output yang dibuat dan diukur
Titik awal dari tugas
Langkah – langkah yang khas dalam tugas
Titik akhir dari tugas.
Identifikasi melalui analisis proses ini akan menuntut anda memahami faktor-faktor apa saja yang akan mempengaruhi kinerja dan mempertanyakan mengapa tindakan tertentu yang diambil. Analisis Proses juga menyediakan informasi apakah perlu kita mendisain ulang proses kerja atau melakukan down sizing terhadap jumlah SDM yang ada saat ini.
Faktor Pengaruh Analisis Beban Kerja
Berikut ini adalah beberapa faktor pengaruh analisis beban kerja yaitu:
Faktor Eksternal
Faktor eksternal adalah faktor yang memiliki pengaruh dari luar tubuh pekerja. Berikut ini merupakan contoh faktor eksternal adalah task (tugas itu sendiri), organisasi dan lingkungan kerja. Ketiga aspek ini disebut stressor dalam fatique management.
1. Tugas
Tugas dapat berupa fisik: stasiun kerja, sikap kerja, beban yang diangkut, peralatan, dan sarana informasi (visual management). Tugas dapat berupa mental: tingkat kesulitan pekerjaan, tanggung jawab terhadap pekerjaan.
2. Organisasi
Organisasi disini contohnya berupa lama waktu kerja, waktu istirahat, kerja bergilir, kerja malam, model struktur organisasi, sistem pelimpahan tugas dan wewenang, jenjang karir.
3. Lingkungan Kerja
Lingkungan kerja fisik: Intensitas penerangan, kebisingan, temperatur ruangan, getaran, dll.
Lingkungan kerja kimia: Debu, Gas – gas pencemar udara, Uap logam, dll
Lingkungan kerja biologis: Bakteri, virus, jamur, binatang.
Lingkungan kerja psikososial: pemilihan dan penempatan tenaga kerja, hubungan pekerja dengan pekerja, atasan dan bawahan.
Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam tubuh pekerja akibat respon dari beban kerja eksternal. Respon tubuh ini disebut ketegangan. Tingkat keparahan ketegangan dapat dinilai secara subjektif dan objektif. Penilaian subjektif berkaitan erat dengan harapan, keinginan, dan kepuasan, dan dapat diukur dengan Employee Engagement Index (IEE). Evaluasi secara objektif dievaluasi melalui perubahan fisiologis. Faktor intrinsik meliputi faktor fisik dan faktor psikologis (motivasi, persepsi, keyakinan, kepuasan, keinginan)
Source: pakdosen.co.id
Comments